Jalan Raya Ngemplak Donohudan Telp/Fax. (0271) 782244 Ngemplak - Boyolali 57375

Asrama Donohudan Jadi semacam Hotel

Asrama Haji Donohudan
29 Jan

Asrama Donohudan Jadi semacam Hotel

SEMARANG – Mulai Februari nanti, Asrama Haji Donohudan yang berada di Kabupaten Boyolali akan dijadikan hotel. Dilihat dari bentuk kamar dan fasilitas yang dimiliki, asrama tersebut sudah sekelas hotel bintang dua. Hal ini sebagai upaya Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2015 lalu, asrama haji ini menyumbang PAD Rp 5,8 miliar. Sumbangan terbesar saat musim haji karena tempat tersebut dijadikan embarkasi haji. Sementara pemasukan lainnya didapat dari penyewaan ruang yang digunakan untuk acara seminar maupun bimbingan teknis, namun jumlahnya masih terbatas. ”Februari ini sudah jalan. Tapi yang akan dijadikan hotel hanya kamar VIP. Jumlahnya ada 40 kamar, per kamar bisa untuk dua orang,” jelas Kepala DPPAD Jateng, Hendri Santoso, pada wartawan, kemarin. Lalu apa yang ditawarkan oleh Hotel Asrama Haji ini agar bisa bersaing dengan hotel lainnya? Menurut Hendri, asrama haji itu sangat dekat dengan Bandara Adi Soemarmo. Akses yang mudah dan dekat ini tak dimiliki hotel lain yang berada di wilayah Colomadu (Karanganyar) apalagi Solo yang letaknya lebih jauh. Asrama haji itu memiliki aula besar, lokasi parkir yang luas serta ruang pertemuan. Kamar, lanjut dia, sudah dilengkapi pendingin ruangan dan dilengkapi air panas. Saat ini DPPAD melatih pegawai Asrama Haji Donohudan layaknya pegawai hotel, mulai dari menjaga kebersihan hingga menyajikan menu makanan. DPPAD Diundang ”Kalau harga sudah ada aturannya. Per kamar Rp 200 ribu,” ucapnya. Rencananya, untuk pemesanan dan pembayaran hotel akan dilakukan secara online. Dia mengatakan, perangkat lunaknya tengah dikembangkan. Namun, pada awal Februari nanti pemesanan dan pembayaran kamar masih dilakukan secara manual. Selain itu, DPPAD juga berencana menjadikan halaman parkir Asrama Haji Donohudan sebagai lokasi jual-beli mobil bekas. Menurutnya, Jateng memiliki banyak aset. Namun belum semuanya diberdayakan maksimal. Penyebabnya, ada beberapa aset yang kondisinya rusak. Anggota Komisi C DPRD Jateng, Muhammad Ridwan, mengaku belum tahu tentang rencana tersebut. Menurutnya, DPPAD mesti mengomunikasikannya lebih dulu melalui rapat kerja komisi. ”Mestinya dikomunikasikan. Setelah dengar hal ini, secepatnya akan kami undang DPPAD untuk mempresentasikan rencananya seperti apa. Sudah ada studi kelayakan atau belum,” kata Ridwan dari Fraksi PDIP ini. (H81,J8-94)

sumber

Leave a Reply